Thursday, 18 January 2018

Cahaya sebagai Gelombang Elektromagnetik


Sesuatu yang menerangi kita sebut dengan cahaya. Siang hari semua benda terlihat jelas karena ada cahaya matahari. Pada malam hari kita masih dapat melihat benda-benda walaupun tidak ada cahaya matahari karena ada bantuan dari lampu-lampu yang juga memancarkan cahaya. Tentu saja tidak seterang di waktu siang.

Apa sebenarnya cahaya itu? Dalam fisika cahaya didefinisikan sebagai sebuah pancaran energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Hanya sebagian kecil dari pancaran gelombang energi ini yang bisa kita lihat (disebut sebagai cahaya tampak). Sedangkan cahaya yang tak tampak (atau lebih umum disebut gelombang elektromagnetik) jauh lebih banyak.

Di alam raya, para ahli telah menemukan berbagai jenis gelombang elektromagnetik antara lain;
  1. Gelombang radio, yaitu jenis gelombang elektromagnetik yang paling panjang gelombangnya (30 cm - 500 m). Radio dan televisi menggunakan gelombang jenis ini.
  2. Gelombang mikro, yang memiliki panjang gelombang 15 cm. Jenis gelombang ini digunakan pada microwave oven dan juga radar.
  3. Infra merah, yang memiliki panjang gelombang 0,1 mm. Beberapa hewan (seperti ular derik) dapat melihatnya sehingga mereka dapat melihat walaupun tidak ada cahaya tampak. Manusia tidak mampu melihat sinar infra merah. 
  4. Cahaya tampak, dengan panjang gelombang 380-700 nm. Inilah gelombang elektromagnetik yang dapat kita lihat.
  5. Ultraviolet, dengan panjang gelombang 100-400 nm. Gelombang elektromagnetik jenis ini dipancarkan oleh matahari dapat merusak kulit kita jika terlalu lama berjemur.
  6. Sinar X, dengan panjang gelombang 0,1 nm. Sinar jenis ini digunakan manusia dalam teknologi untuk melihat kondisi dalam tubuh manusia seperti tulang (dikenal dengan foto rontgen).
  7. Sinar gamma, dengan panjang gelombang 0,000001 nm. Merupakan gelombang elektromagnetik dengan energi yang paling besar dan tentu saja merusak benda-benda yang dikenainya.
Perlu ditegaskan kembali, bahwa gelombang elektromagnetik yang bisa dilihat manusia adalah hanya cahaya tampak. Jadi, walaupun banyak gelombang elektromagnetik di sekitar kita, tanpa adanya cahaya tampak maka kita hanya akan melihat kegelapan. 

Referensi:
http://www.explainthatstuff.com/electromagnetic-spectrum.html

Gambar:
https://pixabay.com

Tuesday, 16 January 2018

Sampah yang Berbau Busuk

Apa yang kalian alami jika melewati tempat pembuangan sampah? Tentu akan tercium bau busuk yang membuat perut mual. Tapi tahukah kalian mengapa sampah-sampah itu menimbulkan bau busuk? Demikian pula jika kita membiarkan makanan beberapa waktu hingga menjadi basi, lalu akan keluar bau busuk.

Semua zat yang berasal dari tubuh makhluk hidup (buah, daun, daging, umbi, dll) atau organisme yang telah mati lama-lama akan membusuk. Hal ini dikarenakan zat-zat organik tersebut menjadi makanan atau sumber energi organisme kecil yang disebut pengurai (dekomposer). Pengurai memperoleh energi dari zat-zat sisa makhluk hidup lain. Umumnya yang menjadi pengurai adalah jenis-jenis bakteri dan jamur.

Seperti namanya, pengurai menguraikan zat-zat sisa tersebut menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana. Ketika proses penguraian terjadi, gas dihasilkan (kandungan gas tersebut diantaranya CO2 dan H2S) sehingga kita di sekitarnya akan mencium bau busuk. Di dalam organ pencernaan (usus besar) organisme seperti manusia juga terjadi aktivitas penguraian, sehingga kotoran yang dikeluarkan juga berbau busuk.

Kalian jangan membenci pengurai karena menghasilkan bau busuk. Karena tanpa pengurai maka semua sampah dan makhluk hidup yang telah mati tidak akan terurai kembali ke lingkungan, menjadi bagian dari tanah kemudian diserap kembali oleh tumbuhan-tumbuhan baru. Bumi akan penuh sampah dan organisme yang mati. Tumbuhan baru pun tidak akan muncul.

Di alam terjadi suatu siklus, makhluk hidup yang telah tua dan mati akan menjadi makanan pengurai dan kembali menjadi zat organik, yang nantinya akan dimanfaatkan oleh tumbuhan baru. Selanjutnya tumbuhan akan menjadi makanan dan sumber energi makhluk hidup lainnya.

Bagaimana cara manusia mengatasi bau busuk dari prosea penguraian pada sampah? Sejak dulu manusia telah mengubur manusia atau hewan-hewan yang mati. Selain itu sampah-sampah dapat dikelola menjadi pupuk yang bermanfaat bagi petani. Pengelolaan dilakukan di tempat khusus yang tidak mengganggu masyarakat banyak. Kalian sendiri bisa mencoba aktivitas pengelolaan sampah menjadi pupuk di sekolah atau di rumah.

Referensi:
Price, B., Et al. (2009). Daily Science Grade 4. Monterey, CA: Evan-Moor Corp.

Gambar:
https://pixabay.com

Monday, 15 January 2018

Hewan Menyusui (Mamalia)

Mamalia adalah kelompok (kelas) hewan dengan ciri utama memiliki kelenjar mammae yang dapat menghasilkan susu untuk nutrisi anak-anaknya. Maksudnya di sini adalah individu betina. Selain itu ciri yang lain adalah berdarah hangat (suhu tubuh tidak menyesuaikan dengan lingkungan), memiliki empat alat gerak, berambut dan bertulang belakang.


Manusia termasuk ke dalam golongan ini. Bisa dikatakan bahwa saat ini permukaan bumi dikuasai oleh mamalia. Hewan-hewan besar di permukaan bumi saat ini adalah mamalia. Sebutlah gajah, beruang, harimau, paus, monyet, sapi, kuda dan jerapah. Mereka semua adalah hewan dari kelas mamalia, sama seperti kita manusia.

Mamalia umumnya berkembang biak dengan cara beranak/melahirkan (embrio tumbuh berkembang menjadi individu muda di dalam tubuh induk betinanya). Manusia biasanya mengandung anaknya sekitar sembilan bulan, mamalia yang lain memiliki waktu yang berbeda-beda. Masa bunting kuda sekitar 11 bulan, sedangkan kambing sekitar 4,5 bulan.

Mamalia pertama kali muncul di muka bumi (berdasarkan kajian fosil) kira-kira 200 juta tahun silam. Pada jaman itu bumi masih dikuasai oleh dinosaurus, yaitu reptil dengan tubuh yang sangat besar (raksasa). Jumlah spesies yang tergolong kelas mamalia saat ini menurut para ahli adalah sekitar 4.496 spesies atau sekitar 0,3 persen dari seluruh spesies yang hidup di muka bumi (literatur tahun 2001).

Saat ini beberapa mamalia menjadi hewan ternak, yang bermanfaat baik sebagai sumber makanan atau membantu pekerjaan manusia. Misalnya sapi, kambing, kerbau, unta dan kuda. Tentu kalian telah akrab dengan hewan-hewan tersebut.

Referensi:
Eldredge, N. (2002). Life on Earth, an Encyclopedia of Biodiversity Ecology and Evolution. Santa Barbara: ABC Clio

Gambar:
https://pixabay.com